Jangan Buang Ibu berkisah tentang perjuangan keras Ristiana, yang membesarkan tiga anaknya seorang diri, setelah suaminya meninggal. Terlepas dari perjuangannya, pada masa tuanya, Ristiana malah diantar ke panti jompo. Ia merasa dibuang oleh anak kandungnya sendiri. Di tempat ini Ristiana menghitung hari, menanti maut menjemput.
Ceritanya menyoroti cinta ibu yang tulus melawan realitas pahit dari anak-anak yang mengabaikannya. Proses syuting Jangan Buang Ibu telah dilaksanakan pada akhir tahun 2025 ini. Hadrah Daeng Ratu menjadi sutradara yang menghidupkan novel ini ke layar lebar. Ini menambah jam terbangnya dalam dunia perfilman tanah air.