Mengisahkan seorang pemuda bernama Spike yang tumbuh di dunia tanpa struktur sosial yang jelas. Ia hidup di tengah kekosongan nilai dan terseret ke dalam kelompok fanatik bernama Kuil Tulang (The Bone Temple), sebuah sekte yang menjadikan sisa-sisa manusia sebagai simbol kekuasaan. Keberadaan sekte ini menjadi wajah baru ancaman dalam “28 Years Later The Bone Temple”,
Menegaskan bahwa film zombie ini lebih menyoroti kehancuran moral manusia. Sekte “Kuil Tulang” dipimpin Sir Jimmy Crystal, sosok karismatik sekaligus kejam yang meyakini kekerasan sebagai fondasi tatanan baru. Melalui karakter ini, “28 Years Later: The Bone Temple” menggambarkan bagaimana ideologi dapat menjadi senjata paling mematikan di dunia pasca-apokaliptik.