Menjadi pionir, Marley terlibat dalam pengembangan reggae sebagai genre musik. Budaya Jamaika menjadi lebih populer karena musiknya, yang bukan hanya tentang suara, tapi cara hidup. Marley mengajarkan perdamaian, harmoni, dan rasa hormat antar manusia. Dia mendukung reformasi sosial dan tidak takut menggunakan musiknya sebagai platform untuk menyampaikan pendapatnya.
Tentang politik atau bahkan agama. Marley adalah seorang Rastafarian, agama yang berkembang di Jamaika pada tahun 1930-an di daerah miskin. Anda bisa mendengar pengaruh keyakinan Marley dalam musiknya, seperti dalam lirik “Redemption Song”, “Jah Live”, dan “So Jah S’eh”. Beberapa lagu Marley yang paling populer antara lain “Buffalo Soldier”, “No Woman, No Cry”.