Film “Esok Tanpa Ibu” mengisahkan kehidupan Rama (Ali Fikry), seorang remaja laki-laki yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ibunya, Laras (Dian Sastrowardoyo). Sementara dengan ayahnya, Hendri (Ringgo Agus Rahman), Rama justru memiliki hubungan yang lebih berjarak, keduanya bahkan seringkali berdebat. Suatu hari, sang ibu mengalami kecelakaan hebat.
Yang membuatnya jatuh koma. Hilangnya kehadiran Laras membuat hubungan Rama dengan ayahnya menjadi semakin dingin. Di tengah rasa kesepian dan kerinduan pada ibunya, Rama dibantu oleh temannya yang menciptakan program AI bernama i-Bu. Melalui perangkat jam tangan pintar, i-Bu dirancang untuk mereplikasi wajah, suara, dan kepribadian Laras.