Novel Garis Waktu mengisahkan sebuah cinta, kebahagiaan, patah hati, kehilangan, dan penyembuhan luka sang tokoh utama. Sesuai dengan kutipan yang menyertai judulnya, novel ini membahas soal “Sebuah Perjalanan Menghapus Luka.” Mengutip laman resmi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Kota Pekanbaru, berikut sinopsis Garis Waktu Karya Fiersa Besari: Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan. Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu. Maka, ikhlaskan saja kalau begitu. Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.