Lee Cronin menggarap film ini dengan menyematkan namanya sendiri pada judul. Artinya, hal ini sekaligus menegaskan bahwa film The Mummy yang dia buat adalah versinya sendiri, meski mengandung unsur mitos mumi. Film Lee Cronin’s The Mummy bukan merupakan sekuel ataupun prekuel atau spin-off dari film sebelumnya, The Mummy (1999).
Bisa dibilang, film ini menjadi sebuah penafsiran ulang atau versi reboot karena tidak terhubung dengan alur cerita film sebelumnya, kendati masih mengadaptasi versi lama. Di film sebelumnya yang disutradarai Stephen Sommers, The Mummy lebih berorientasi pada petualangan, aksi, dan horor. Ini sangat berbeda dengan Lee Cronin’s The Mummy (2026).