Sejak kecil, Yura dibesarkan dalam keluarga yang memegang teguh budaya dan tradisi yang menjunjung tinggi nilai pernikahan. Dalam pandangan keluarganya, pernikahan adalah ikatan sakral yang harus dijaga dan dipertahankan. Hal ini terlaksana saat ia memutuskan menikah dengan pacarnya, Andy. Sebagai muslimah.
Yura selalu berharap bahwa pernikahannya menjadi biduk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Sayangnya, kenyataan pernikahan Yura bersama Andy jauh berbeda dengan bayangannya. Kehidupan rumah tangga mereka mulai dihiasi dengan masalah yang menghancurkan kebahagiaan Yura. Berbagai problem timbul dari sifat buruk Andy, seperti mudah marah, ringan tangan.