Film berpusat pada dua saudara kembar, Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), yang memiliki kepribadian bertolak belakang. Hestu, yang ambisius dan modern, memilih merantau ke kota besar, meninggalkan desa asalnya dan jarang pulang. Sementara Akbar tetap setia di desa, merawat Nenek (Sri Isworowati) yang membesarkan mereka sejak kecil.
Konflik dimulai ketika Hestu bersumpah hanya akan pulang jika neneknya meninggal. Sumpah itu menjadi kenyataan saat nenek wafat pada waktu keramat: Sabtu Wage, bulan 6, tanggal 6, jam 6—sebuah mitos yang diyakini membawa kutukan, di mana arwah almarhum menuntut tumbal dari keluarga yang masih hidup. Arwah nenek mulai menghantui kedua cucunya,