Bermula dari kekesalan Adi dan Saman karena sering dimarahi oleh bu Woro di sekolah. Adi dan Saman memang kerap datang terlambat ke sekolah. Hal ini membuat bu Woro memberikan hukuman kepada mereka. Adi dan Saman sangat kesal dengan hukuman yang diberikan bu Woro. Hingga pada suatu hari menjelang waktu maghrib, mereka menyumpahi bu Woro agar lekas meninggal.
Tak disangka setelah sumpah serapah Adi dan Saman, bu Woro benar-benar meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis. Kemudian di suatu hari, Ayu berpamitan kepada ayahnya untuk salat maghrib di Masjid. Sang ayah tentu mengingatkan bahwa ia harus segera pulang usai salat maghrib. Di tengah perjalanan, ia melihat sosok perempuan yang menyerupai bu Woro, tetapi sangat menakutkan.