Pertemuan Gaza dan Haya berawal dari keheningan, kemudian berubah menjadi tawa, persahabatan, dan kebersamaan yang menyembuhkan luka di hati keduanya. Gaza dengan kepolosannya menjadi pengingat bagi Hayya akan damainya kampung halaman yang kini hanya tinggal kenangan. Sementara bagi Gaza, Hayya adalah sosok yang mampu mengisi kehampaan sejak kepergian sang ayah.
Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Sebuah peristiwa mencekam mengintai dan mengancam jiwa mereka. Saat kedamaian yang sempat hadir mulai retak, Gaza dan Hayya dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit tentang arti keluarga, keberanian, dan pengorbanan. Mampukah mereka bertahan? Dan bisakah kasih sayang menjadi pelindung di tengah dunia yang terus dilanda kekerasan?.