Alie Ishala Samantha (16 tahun) awalnya hidup dalam keluarga yang penuh cinta dan rumah yang hangat. Namun, setelah dituduh sebagai penyebab kematian Bunda Gianla lima tahun lalu, segalanya berubah. Alie dituduh sebagai “pembunuh” dan terus menerima penolakan dan rasa sakit dari ayah dan keempat saudaranya: Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta.
Perundungan yang dialami Alie tidak hanya secara fisik, tetapi juga emosional. Ia merasakan luka di tubuhnya akibat perundungan, dan luka batinnya juga tidak kunjung sembuh. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru menjadi tempat penyiksaan bagi Alie. Alie terus mempertanyakan kapan penderitaannya akan berakhir.