Keterangan tentang insiden nyata terkait pembajakan pesawat komersil Korea Selatan pada 1971 bisa dibilang tidak terlalu detail. Sebab, hanya dijelaskan bahwa ada seorang pemuda berusia 22 tahun yang membajak pesawat, sehingga pilot terpaksa mendaratkan pesawatnya di sebuah pantai. Namun, lewat film ini insiden pembajakan tersebut diceritakan dengan cara yang lebih dramatis.
Sejak awal, film ini sudah berhasil membuat kita sebagai penonton mengenal lebih dalam tentang sosok Tae-in selaku ko-pilot. Jadi, sepanjang filmnya kita jadi paham dengan segalam macam keputusan yang dilakukan oleh Tae-in, dan bahkan sudah sangat terikat secara emosional oleh sang karakter. Tak hanya tokoh protagonis, film ini juga berhasil membuat kita peduli dengan Yong-dae.