Alur film dimulai dengan diperkenalkannya tiga orang wanita, yakni Sumi, Sari, dan Asih. Pertama, Sumi adalah seorang perempuan yang berjualan gulai di desa. Akan tetapi, bahan gulai berjualan Sumi berasal dari mayat manusia yang baru dikuburkan maupun nan masih segar. Sumi berjualan untuk menghidupi ayahnya, Karto yang sakit-sakitan.
Kedua, Sari adalah gadis yang pernah bekerja sebagai dukun teluh. Namun, suatu ketika adiknya yakni Ningrung mati dibunuh di hutan. Tidak hanya itu, mayat Ningrum bahkan hilang dari kuburnya. Sari kemudian kembali menjadi dukun teluh dan meneror warga desa. Ketiga, Asih merupakan gadis yang rela menghalalkan segala cara demi mewujudkan keinginannya.